Assalamu 'Alaikum Wr.Wb.

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamu." (Al-Ma'idah)

Jumat, 18 Mei 2012

Keutamaan Ilmu, Belajar & Mengajar (bagian 5)

Ibnu Abbas ra. berkata,
"Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan yang melata akan memohonkan ampun baginya, termasuk pula ikan paus di lautan."
Jika ada yang bertanya, "Bagaimana mungkin ikan paus memohonkan ampun bagi orang yang mengajarkan ilmu?"
Jawabannya: Karena manfaat ilmu meliputi segala sesuatu, termasuk ikan paus. Orang-orang yang berilmu tentu tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang dilarang. Mereka tentu akan memberikan nasehat agar berbuat santun kepada segala sesuatu, termasuk terhadap hewan yang disembelih dan ikan paus. Karena itu Allah mengilhamkan kepada setiap makhluk, berupa permohonan ampunan bagi orang-orang yang berilmu itu, sebagian balasan dari perbuatan mereka yang baik. (Minhajul Qashidin)

Muadz bin Anas ra. berkata,
"Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka baginya pahala orang yang mengamalkan ilmu itu, dan tidak mengurangi pahalanya orang yang beramal." (HR.Ibnu Majah)

Ibnu Abbas ra. berkata,
"Pergi ke masjid diwaktu pagi atau sore untuk mengajarkan ilmu adalah lebih baik di sisi Allah daripada berjihad di jalan Allah." (Irsyadul Ibad)

Betapa mulianya orang yang mengajarkan suatu ilmu kepada seseorang. Karena dengan orang ilmu itu, orang yang di ajarkan dapat melakukan suatu amal dengan baik dan benar.

Di dalam Ihya Ulumuddin Imam Ghazali menjelaskan bahwa Ilmu dapat menghidupkan hati yang buta, menjadi penerang jiwa dari kegelapan, penguat jasmani dari kelemahan sehingga dapat mengangkat derajat hamba ke tingkat golongan orang-orang soleh. Berpikir dengan ilmu sama nilainya dengan pahala puasa dan mengkajinya sebanding dengan shalat malam. Dengan ilmu, manusia taat kepada Allah, menyembahNya, mengEsakanNya, bersikap rendah hati, menyambung dan memperat tali silaturrahim. Ilmu ibarat seorang pemimpin dan mengamalkannya ibarat pengikutnya. Dengan ilmu manusia meraih kebahagiaan, sebaliknya yang tidak berilmu hanya akan mendapatkan kesengsaraan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Dapatkan Pembaharuan Kami melalui Email Anda

Bagi Yang Ingin Bertanya

Semoga semua artikel yang ada disini bermanfaat untuk kita semua.

Kategori (Daftar Isi)

Blog Kami Yang Lain

Entri Populer

Pengunjung

Majelis Syubbanul Khoir. Diberdayakan oleh Blogger.